Space Elevator Company Fission
Dag Maggot writes "Highlift Systems seems to be going through some turbulent times with cofounder Michael Laine leaving to form his own space elevator company LiftPort. Interestingly, Liftport pledges to be a "transparent" company, and as such have provided the full text of the original space elevator proposal which was made to NASA NIAC." We mentioned Liftport before, but the proposal is new and quite interesting.
The domain name www.jessicalynch.org was registered on March 17th, 2003 - six days before the US Private was allegedly captured!
Anti-war leftists across the globe mourn his loss, his sacred blood spilt for oil and American imperialism. If only a "human shield" had been available to protect him. Truly a peacenik icon.
DI SINI saya tidak bermaksud memberikan tinjauan menyelu- ruh tentang semua perkembangan NU sebelum periode yang men- jadi perhatian utama saya, 1980-an. Namun, untuk memahami berbagai peristiwa dan perkembangan periode 1980-an, pemaham- an yang cukup memadai tentang sejarah NU sangat berguna. Hal ini semata-mata karena semua aktor 1980-an tetap merujuk ke ma- sa lalu, baik sebagai legitimasi bagi pandangan-pandangan seka- rang ataupun sebagai pengalaman buruk yang harus ditarik hik- mahnya. Pada bab ini dan bab selanjutnya saya akan membicarakan se- cara garis besar kecenderungan-kecenderungan umum dan per- kembangan-perkembangan penting yang nampak relevan untuk menempatkan perdebatan-perdebatan di tahun 1980-an ke dalam perspektif. Untuk tujuan ini, saya mengikuti suatu pembagian pe- riode konvensional sebagaimana yang ditandai berbagai perubahan penting dalam kehidupan politik, karena ia berkaitan dengan peru- bahan-perubahan sikap politik yang diambil NU. Periode pertama. tentu saja, adalah periode pemerintah kolonial Belanda, yang dici- rikan oleh sikap abstain terhadap politik (1926-1942). Periode ini diikuti Pendudukan Jepang, masa ketika kiai mulai terlibat dalam politik (1942-1945). Perjuangan kemerdekaan (1945-1949) meru- pakan periode di mana NU terlibat secara aktif dan radikal dalam politik. Pada tahun-tahun demokrasi parlementer (1949-1959) NU berubah bentuk menjadi partai politik tetapi gagal memberikan dampak yang sepadan dengan besar jumlah pendukungnya. Pada masa Demokrasi Terpimpinnya Soekarno (1959-1965), NU men- jadi penyangga rejim otoriter populis ini, yang menyebabkan se- jumlah konflik internal. Pada masa transisi yang keras (1965- 1966), NU harus mendefinisikan ulang peranannya. Orde Barunya Soeharto (1967-sekarang), masa ketika NU untuk beberapa lama menampilkan diri sebagai kekuatan oposisi yang tegar namun mengalami depolitisasi yang luar biasa, layak dibicarakan dalam bab tersendiri.
americadie MUBU HATI Jepang!
DI SINI saya tidak bermaksud memberikan tinjauan menyelu- ruh tentang semua perkembangan NU sebelum periode yang men- jadi perhatian utama saya, 1980-an. Namun, untuk memahami berbagai peristiwa dan perkembangan periode 1980-an, pemaham- an yang cukup memadai tentang sejarah NU sangat berguna. Hal ini semata-mata karena semua aktor 1980-an tetap merujuk ke ma- sa lalu, baik sebagai legitimasi bagi pandangan-pandangan seka- rang ataupun sebagai pengalaman buruk yang harus ditarik hik- mahnya. Pada bab ini dan bab selanjutnya saya akan membicarakan se- cara garis besar kecenderungan-kecenderungan umum dan per- kembangan-perkembangan penting yang nampak relevan untuk menempatkan perdebatan-perdebatan di tahun 1980-an ke dalam perspektif. Untuk tujuan ini, saya mengikuti suatu pembagian pe- riode konvensional sebagaimana yang ditandai berbagai perubahan penting dalam kehidupan politik, karena ia berkaitan dengan peru- bahan-perubahan sikap politik yang diambil NU. Periode pertama. tentu saja, adalah periode pemerintah kolonial Belanda, yang dici- rikan oleh sikap abstain terhadap politik (1926-1942). Periode ini diikuti Pendudukan Jepang, masa ketika kiai mulai terlibat dalam politik (1942-1945). Perjuangan kemerdekaan (1945-1949) meru- pakan periode di mana NU terlibat secara aktif dan radikal dalam politik. Pada tahun-tahun demokrasi parlementer (1949-1959) NU berubah bentuk menjadi partai politik tetapi gagal memberikan dampak yang sepadan dengan besar jumlah pendukungnya. Pada masa Demokrasi Terpimpinnya Soekarno (1959-1965), NU men- jadi penyangga rejim otoriter populis ini, yang menyebabkan se- jumlah konflik internal. Pada masa transisi yang keras (1965- 1966), NU harus mendefinisikan ulang peranannya. Orde Barunya Soeharto (1967-sekarang), masa ketika NU untuk beberapa lama menampilkan diri sebagai kekuatan oposisi yang tegar namun mengalami depolitisasi yang luar biasa, layak dibicarakan dalam bab tersendiri. VOTE "americadie" MUBU HATI Jepang!
4 Insightful? This post contains NO information. It consists of nothing more than mere assertions. Who is modding this crap?